Alangkah sedihnya Marrian. Dia punya penyakit latah yang sering membuatnya malu. Tapi, bagaimana lagi? Bahkan, Ibu Tulap Tulip, peri pengobat Negeri Peri pun, tak sangggup mengobatinya. Gara-gara latah juga, Marrian tertinggal di kelas Pak Mistar. Padahal,s emua temannya berlari menyelamatkan diri, ketika mendengar bunyi buldoser yang sedang meratakan tanah. Kenapa ada buldoser? Apakah akhirnya…
Pentas Seni gagal dilaksanakan! Tiba-tiba muncul desas-desus, bahwa penyebab mati lampu di sekolah itu adalah hantu. Hah? Hantu? Menurut teman-teman sekelasku, semua itu terjadi karena hantu yang menunggu sekolahku marah. Ini gara-gara anak laki-laki yang suka menyorotkan senter kelas I-B dan gudang. "Kedua ruangan itu angker!" kata Marsela dengan mata jelalatan seolah takut kalau ada orang lai…